MENU TUTUP

Antisipasi Teroris, Pemprov Papua Bakal Berlakukan Wajib Lapor Bagi Pendatang dari Luar

Minggu, 20 Mei 2018 | 10:14 WIB / Riri
Antisipasi Teroris, Pemprov Papua Bakal Berlakukan Wajib Lapor Bagi Pendatang dari Luar Penjabat Gubernur Papua,Soedarmo/Riri

JAYAPURA, - Penjabat Gubernur Papua Soedarmo menyambut baik usulan Kepolisian Papua untuk memberlakukan wajib lapor bagi siapa saja yang masuk ke wilayah bumi cenderawasih.

Menindaklanjuti usulan tersebut, Gubernur Soedarmo bakal menginstruksikan seluruh Kepala Daerah di 29 Kabupaten/Kota untuk memperketat pengawasan masuknya warga dari berbagai Daerah ke wilayah masing-masing.


"Ya setuju sekali. Ini kan untuk mengantisipasi teroris yang saat ini sedang marak. Semua Kepala Daerah saya minta untuk aktif melakukan razia kartu identitas dan juga diwajibkan bagi tamu untuk lapor ke RT/RW setempat," ujar Soedarmo kepada pers, Kamis (17/5) lalu.

Upaya ini, kata Soedarmo sebagai langkah untuk mengantisipasi, sekaligus dalam rangka deteksi dini, termasuk identifikasi bagi warga yang tidak dikenal atau bukan masyarakat papua yang nanti melakukan hal-hal yang kita kehendaki.

"Makanya harus dilakukan pendataan, harus diwajibkan melapor bagi mereka warga baru," tegasnya.

Soedarmo juga meminta setiap instansi terkait pendataan dan sweeping di Bandar Udara serta pelabuhan laut bagi warga yang baru datang di Kotanya masing-masing.

Sebelumnya, Kapolda Papua, Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda di Papua untuk mewajibkan wajib lapor bagi siapa saja yang datang ke Papua. Mereka yang akan dikenakan sanksi wajib lapor adalah mereka yang baru 1x24 jam ada di Papua.

" Kami akan berkoordinasi dengan Pemda masing-masing untuk menerapkan wajib lapor bagi mereka yang baru tiba di Kota Jayapura," ujar Kapolda.

Kapolda menegaskan wajib lapor yang dimaksud, adalah untuk mendeteksi adanya potensi kerawanan atau tidak yang dilakukan oleh orang berjung ke Papua.

"Seperti halnya di Timika, ada dua warga pendatang baru yang kita tangkap, mereka ini diduga akan melakukan aksi pemboman di wilayah Timika, tapi Alhamdulillah sel-sel jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) ini lebih dulu berhasil kita lumpuhkan," tegasnya.*


BACA JUGA

Personel Ops Damai Cartenz Rayakan Lebaran di Sugapa dengan Kebersamaan dan Solidaritas

Kamis, 03 April 2025 | 15:20 WIB

Dokter Satgas Yonif 512/QY Berhasil Selamatkan Ibu dan Bayi dalam Persalinan Darurat di tengah Hutan Papua

Senin, 31 Maret 2025 | 18:52 WIB

Pengurus Wilayah Adat Lapago Papua Mangimbau Masyarakat Jaga Keharmonisan dan Hindari Konflik Kekerasan

Senin, 31 Maret 2025 | 11:09 WIB

TPNPB OPM: Pilot-Pilot Bawa Senjata Akan Kami Tembak

Minggu, 30 Maret 2025 | 16:24 WIB
PSU Pilgub Papua

Kader Partai Golkar Diminta Tegak Lurus Ikuti Perintah DPP, Jangan Bermain Dua Kaki

Minggu, 30 Maret 2025 | 06:10 WIB
TERKINI

Wakaops Damai Cartenz: Patroli Dialogis di Yalimo Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

2 Jam yang lalu

Pendekatan Humanis Lewat Patroli Dialogis Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025

2 Jam yang lalu

Aktifitas Warga Angguruk dan Heriapini Kembali Normal, Bupati Didimus: Penegakan Hukum Tetap Berjalan 

3 Jam yang lalu
59 Terluka Panah dan 2 Meninggal

Saling Serang Antara Dua Kelompok Terus Berlangsung di Puncak Jaya

7 Jam yang lalu

GPDP Gelar TOT Nasional dan Luncurkan Kurikulum Sekolah Minggu

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com