MENU TUTUP

OJK Papua Ingatkan Masyarakat Waspada Kejahatan Social Engineering

Selasa, 21 Juni 2022 | 17:46 WIB / Andi Riri
OJK Papua Ingatkan Masyarakat Waspada Kejahatan Social Engineering Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Muhammad Ikhsan Hutahaean (kanan) saat memberikan keterangan pers, Selasa (21/06)/dok:Humas OJK

JAYAPURA, wartaplus.com - OJK Provinsi Papua dan Papua Barat menghimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap kejahatan Social Engineering. 

Imbauan ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean dalam acara Bincang Media OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, berlangsung di salah satu kafe Kota Jayapura, Selasa (21/06).

Ikhsan menjelaskan, Social Engineering atau Soceng adalah cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.

"Biasanya Soceng mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku," ungkap Ikhsan yang didampingi Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK),  Mochammad Akbar.

Di kesempatan itu, Ikhsan memaparkan empat modus soceng yang marak dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung-jawab.

Pertama, Info Perubahan Tarif Transfer Bank

Penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

Kedua, Tawaran menjadi Nasabah Prioritas

Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.

Ketiga, Akun Layanan Konsumen Palsu

Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. "Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya,"  sebut Ikhsan.

Keempat, Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai.

Penipu penawaran jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

"Dalam menjalankan transaksi, petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi. Cek selalu keaslian telepon dan akun media sosial, email dan website bank," bebernya.**

 


BACA JUGA

OJK Papua: Sejak Januari Terdapat 45 Kasus Pengaduan Masyarakat Terkait Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:41 WIB

OJK Papua: BPR Patut Waspada Terkait Penurunan Suku Bunga KUR

Kamis, 16 Januari 2020 | 13:06 WIB

Pinjaman Online di Papua dan Papua Barat 2019, Meningkat Rp 62,90 milliar

Sabtu, 23 November 2019 | 07:35 WIB
TERKINI
Generasi Muda Harus Banyak Melakukan Hal Positif

Kominfo Mengajak Pemuda Papua Sebarkan Produktivitas Lewat Konten Digital

1 Jam yang lalu

Minyak Goreng Curah Kemasan Permudah Distribusi dan Jaga HET

6 Jam yang lalu

Kemenag Lebak Pastikan Jamaah Calon Haji Sehat dan Siap Wukuf

6 Jam yang lalu

Untuk Pemilu Berkualitas 2024, Ini Rekomendasi Bawaslu

7 Jam yang lalu
Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Sayap-Sayap Patah Garuda Indonesia

7 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com