MENU TUTUP

KPK Panggil Tujuh Saksi Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Lukas Enembe

Senin, 21 November 2022 | 16:37 WIB / adm
KPK Panggil Tujuh Saksi Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Lukas Enembe Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri/Antara

JAKARTA,wartaplus.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE). "Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua untuk tersangka LE. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.  

Tujuh saksi, yakni Presiden Direktur PT RDG Airlines Gibbrael Isaak, pihak swasta Ng Hok Lam, Daniel Christian Lewi selaku pemilik Dablin Motor/pedagang jual beli mobil, karyawan "advantage" pemeliharaan ATM Muhammad Chusnul Khuluqi, ibu rumah tangga bernama Tika Putri Ardiani, karyawan swasta/Direktur PT Rinaldi Acbasindo/jasa angkutan laut Teuku Hamzah Husen, dan Doren Wakerwa selaku pokja proyek Entrop Hamadi.  

Sebelumnya, saksi Gibbrael Isaak tidak memenuhi panggilan pada Selasa (4/10) sehingga dijadwalkan pemanggilan kembali pada Senin ini.   Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Lukas Enembe dan beberapa pihak lainnya sebagai tersangka.  

Terkait konstruksi perkara, pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta pasal yang disangkakan akan dipublikasikan saat dilakukan upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan, terhadap para tersangka.

Lukas Enembe telah dipanggil tim penyidik KPK, Senin (12/9), di Mako Brimob Papua, dalam kapasitasnya sebagai saksi. Namun, Lukas Enembe tidak hadir.

KPK kemudian memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/9). Lukas pun tak hadir dengan alasan sakit dan mengajukan surat untuk berobat ke Singapura.

Tim penyidik KPK lalu menemui Lukas Enembe di kediamannya di Kota Jayapura, Papua, Kamis (3/11), dalam rangka pemeriksaan kasus. Selain itu, tim yang terdiri atas dokter KPK dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu juga menemui Lukas Enembe untuk pemeriksaan kesehatan.

KPK juga telah menyita berbagai barang bukti dalam penyidikan kasus tersebut. Terakhir, KPK menyita dokumen terkait perkara, bukti elektronik, catatan keuangan, uang tunai dalam bentuk rupiah, dan emas batangan dari penggeledahan dua lokasi di Jakarta, yakni rumah Lukas Enembe dan sebuah apartemen.  (Antara)
 


BACA JUGA

Jelang 1 Desember, KKB Lakukan Penyerangan Satu Personel Brimob Gugur dan Dua Terluka

Rabu, 30 November 2022 | 21:12 WIB

Antisipasi Korupsi Dana Otsus Jilid Dua, Aktivis Antikorupsi Papua Siap Jadi Mitra KPK

Rabu, 30 November 2022 | 07:36 WIB
Kunker Papua

Wapres Mengapresiasi Sinergitas Pemda, MRP dan DPR Papua Dalam Pengelolaan Otsus

Selasa, 29 November 2022 | 14:42 WIB

Jangan Lagi Ada Tindakan Makar, Mari Bangun Papua Untuk Masa Depan

Selasa, 29 November 2022 | 08:06 WIB

Ingin Papua Bersih dari Korupsi, Ini Harapan Pemuka Agama dari Keerom

Selasa, 29 November 2022 | 07:18 WIB
TERKINI

Jelang Hut OPM 1 Desember, Dandim Jayawijaya: Jangan Ada Bendera Berkibar Selain Merah Putih

10 Jam yang lalu

Jelang 1 Desember, KKB Lakukan Penyerangan Satu Personel Brimob Gugur dan Dua Terluka

10 Jam yang lalu

Wujud Kepedulian TNI Terhadap Rakyat, Posramil Kanggime Bantu Warga Bangun Honai

10 Jam yang lalu

Sinergitas TNI Polri dan Pemkab Pegubin Wujudkan Keinginan Warga Kiwirok Kembali ke Kampung Halamannya

13 Jam yang lalu

Resmikan Kantor Klasis Gurage, Bupati Yuni Tekankan Ini ke Masyarakat

15 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com