MENU TUTUP

Freeport Indonesia Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura

Selasa, 22 November 2022 | 20:52 WIB / Roberth
Freeport Indonesia Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Giri Wijayantoro turut menanam pohon pada pencanangan rehabilitasi lahan di DAS Grimi Nawa oleh PT Freeport Indonesia/Istimewa

JAYAPURA ,wartaplus.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapatkan Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor SK. 590/MENLH/SETJEN/PLA.0/12/2018 Tentang Pinjam Pakai Hutan untuk kegiatan penambangan, operasi dan produksi tembaga PT Freeport Indonesia dan fasilitas pendukungnya yang terdiri dari hutan lindung dan produksi terbatas seluas 3.810,61 Hektar hutan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Berdasarkan izin tersebut, PTFI berkewajiban membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk penggunaan hutan kawasan dan melakukan penampungan sebagai bagian dari rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Penetapan 5 lokasi Rehabilitasi DAS PTFI di Provinsi Papua berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No. 5923/Menlhk-PDASRH/KTA/DAS.1/7/2022 Tertanggal 5 Juli 2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK. 3578/MENLHK-PDASHL/KTA/DAS.1/6/2020 tentang Penetapan Lokasi Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai oleh PT Freeport Indonesia, seluas 4.232 ha.

Berdasarkan SK diatas, Rehabilitasi DAS di Kabupaten Jayapura yang akan dimulai tahun 2021 hingga 2025 akan mencapai luasan 4.232 ha, mencakup beberapa lokasi di distrik yaitu Sentani Timur, Kemtuk, Waiba, Sentani Barat, Depapre, Ebungfauw, Kemtuk Gresi, Gresi Selatan, Abepura dan Heram.

PTFI bekerja sama dengan Balai Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mamberamo, Papua untuk melakukan kegiatan rehabilitasi. Implementasi kegiatan rehabilitasi DAS dimulai dari kultivasi hingga memelihara serta panen, mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.59 tahun 2019.Tujuan dari kegiatan ini adalah memulihkan, mempertahankan kawasan hutan sebagai sistem penyanggah kehidupan di sekitarnya dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat untuk jangka panjang dari tanaman hasil Rehabilitasi DAS yang dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi. Untuk jangka panjang diharapkan tanaman Rehabilitasi DAS yang telah ditanam dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi baru karena 25% tanaman yang akan ditanam adalah tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis.

Rehabilitasi Areal DAS PTFI

Salah satu lokasi area Rehabilitasi DAS PTFI yang dilakukan pencanangan (penanaman) pada Selasa 22 November 2022 adalah Distrik Kemtuk, yang terletak di Kabupaten Jayapura dengan luas area 594,56 ha, yang terdiri dari 4 blok dan 19 petak yang tersebar di Kampung: Mamda, Mamei, Nanbom dan Kwansu, seluruh areal Rehabilitasi DAS PTFI Distrik Kemtuk, termasuk dalam DAS Grime. Sebelumnya PTFI sudah melakukan kegiatan sembunyi pada tahun 2021 seluas 7,5 hektar di Distrik Sentani Timur.

Saat ini telah terbentuk 19 kelompok kerja Distrik Kemtuk dengan jumlah anggota sebanyak 291 orang yang merupakan masyarakat setempat setempat. pelibatan masyarakat lokal yang dibutuhkan agar tujuan dari Rehabilitasi DAS ini dapat tercapai secara optimal dan dapat meningkatkan produktivitas pemanfaatan hutan.

Untuk mendukung keberhasilan program Rehabilitasi DAS di 4 kampung diatas, maka telah dibentuk kelompok kerja, yang terdiri dari 5 kelompok kerja di kampung Mamda, 2 kelompok kerja di kampung Mamei, 9 Kelompok kerja di kampung Nambon dan 4 kelompok kerja di kampung Kwasu. Tanggung jawab setiap kelompok kerja adalah melaksanakan kegiatan menyembunyikan cakupan pembersihan areal pemugaran dari tanaman pengganggu, pembekuan ajir, daur ulang lubang tanaman, mencampur media tanaman berupa kompos, pendistribusian tanaman di setiap lubang tanam, dan pembekuan bibit serta pemeliharaan tanaman selama 2 tahun sebelum ancaman kebakaran lahan dan tanaman pengganggu.


BACA JUGA

Jelang 1 Desember, KKB Lakukan Penyerangan Satu Personel Brimob Gugur dan Dua Terluka

Rabu, 30 November 2022 | 21:12 WIB

Antisipasi Korupsi Dana Otsus Jilid Dua, Aktivis Antikorupsi Papua Siap Jadi Mitra KPK

Rabu, 30 November 2022 | 07:36 WIB
Kunker Papua

Wapres Mengapresiasi Sinergitas Pemda, MRP dan DPR Papua Dalam Pengelolaan Otsus

Selasa, 29 November 2022 | 14:42 WIB

Jangan Lagi Ada Tindakan Makar, Mari Bangun Papua Untuk Masa Depan

Selasa, 29 November 2022 | 08:06 WIB

Ingin Papua Bersih dari Korupsi, Ini Harapan Pemuka Agama dari Keerom

Selasa, 29 November 2022 | 07:18 WIB
TERKINI

Jelang Hut OPM 1 Desember, Dandim Jayawijaya: Jangan Ada Bendera Berkibar Selain Merah Putih

10 Jam yang lalu

Jelang 1 Desember, KKB Lakukan Penyerangan Satu Personel Brimob Gugur dan Dua Terluka

10 Jam yang lalu

Wujud Kepedulian TNI Terhadap Rakyat, Posramil Kanggime Bantu Warga Bangun Honai

10 Jam yang lalu

Sinergitas TNI Polri dan Pemkab Pegubin Wujudkan Keinginan Warga Kiwirok Kembali ke Kampung Halamannya

13 Jam yang lalu

Resmikan Kantor Klasis Gurage, Bupati Yuni Tekankan Ini ke Masyarakat

15 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com