MENU TUTUP

Aksi Nyata Koops Habema, Baru Terbentuk Langsung Lumpuhkan OPM di Paro Nduga

Selasa, 23 April 2024 | 05:46 WIB / Andi Riri
Aksi Nyata Koops Habema, Baru Terbentuk Langsung Lumpuhkan OPM di Paro Nduga Koops Habema tidak hanya berhasil melumpuhkan dua anak buah Egianus Kogoya, tapi juga berhasil menyita senpi, amunisi dan alat sajam lainnya/Penkoops Habema

TIMIKA, wartaplus.com - Komando Operasi TNI (Koops TNI) HABEMA (Harus Berhasil Maksimal), satuan tugas TNI yang baru dibentuk oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berhasil melumpuhkan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Ndugama di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada sepekan lalu.

Baru pertama bertugas, Satgas TNI yang berisikan prajurit elit dari tiga matra TNI ini langsung ditempatkan di wilayah konflik bersenjata Papua tepatnya di Nduga, yang diketahui sebagai salah satu basis kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya.

Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Arh Yogi Nugroho dalam rilis tertulisnya, Sabtu (20/04/2024)  mengatakan,  sejak Januari 2024, kelompok Egianus Kogoya telah beberapa kali berusaha menyerang Pos TNI di Kampung Paro, penyerangan ini seiring dengan niatan mereka untuk mengganggu keamanan wilayah Papua.

"Menindaklanjuti penyerangan OPM tersebut, Koops Habema melaksanakan penindakan, dan berlangsung efektif serta berhasil melumpuhkan kekuatan OPM di wilayah Paro," katanya.

"Selain melumpuhkan dua anggota OPM yang melarikan diri, personil berhasil menyita sebuah pucuk pistol FN beserta magasen, magasen senapan SS-2, 27 butir munisi 5.56 mm, sebuah bendera Bintang Kejora, sebuah busur dan beberapa anak panah tradisional, sebuah parang, serta sebuah noken," sebutnya.

Keberhasilan prajurit TNI melumpuhkan kekuatan OPM di Paro, merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi lancarnya proses percepatan pembangunan di Papua, kata Letkol Arh Yogi Nugroho.

Untuk diketahui, Distrik Paro merupakan lokasi dimana pesawat Susi Air dibakar oleh Kelompok OPM Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023 lalu. Tidak hanya membakar pesawat, OPM juga menyandera pilotnya Kapten Philip Mark Mehrtens yang berkebangsaan Selandia Baru, dan hingga kini belum dibebaskan.**


BACA JUGA

Satgas Damai Cartenz-2024 Tangkap Anggota KKB Pembakar Camp dan Alat Berat di Puncak

Senin, 20 Mei 2024 | 09:41 WIB

Distrik Homeyo Berhasil Dikuasai, Aparat Gabungan TNI Bantu Evakuasi Warga Kembali ke Rumahnya

Minggu, 19 Mei 2024 | 05:58 WIB

Satgas Damai Cartenz Kembali Berhasil Tangkap Komandan KKB Wilayah Dokoge Paniai

Minggu, 19 Mei 2024 | 05:56 WIB

KKB Kembali Berulah, Tembak Mati Seorang Warga Sipil di Intan Jaya

Jumat, 17 Mei 2024 | 23:29 WIB

Terungkap Pelaku Pembunuh Danramil Aradide Sering Dibantu Sembako oleh Korban

Senin, 13 Mei 2024 | 10:15 WIB
TERKINI

Paulus Waterpauw Jadi Gubernur Papua, Ondoafi Sentani: Kami Bersepakat Mendukungnya

2 Jam yang lalu

Freeport Indonesia Berbagi Praktik Menjaga Keanekaragaman Hayati di Papua

3 Jam yang lalu

Satgas Damai Cartenz-2024 Tangkap Anggota KKB Pembakar Camp dan Alat Berat di Puncak

12 Jam yang lalu

KPK Temukan Dua Perusahaan di Papua Tunggak Pajak Lebih dari Rp1 Miliar

12 Jam yang lalu

Hengky Heselo: Siapa Saja yang Berniat Gagalkan Pilkada Silahkan Ditindak

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com