MENU TUTUP

BWS Papua Berencana Bangun Kolam Retensi Atasi Banjir di Keerom

Kamis, 15 April 2021 | 07:32 WIB / Andi Riri
BWS Papua Berencana Bangun Kolam Retensi Atasi Banjir di Keerom Kepala BWS Papua, Nimbrot Rumaropen ST.MT/Andi Riri

JAYAPURAwartaplus.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua berencana membangun kolam retensi untuk mengatasi meluapnya air sungai Tami dan Skanto di Kabupaten Keerom

Seperti diketahui akibat curah hujan tinggi menyebabkan air sungai Tami dan Skanto meluap dan merendam rumah warga serta lahan pertanian di sejumlah kawasan wilayah Arso.

Banjir terjadi sejak Februari lalu.

Kepala Balai Wilayah Sungai Provinsi Papua, Nimbrot Rumaropen ST.MT menjelaskan, upaya tanggap bencana yang dilakukan pihaknya yakni dengan melakukan normalisasi drainase, meski upaya itu belum berjalan maksimal

“Kami akan terus berupaya, kami juga telah melakukan rapat dengan Bupati Keerom untuk membahas penanggulangan banjir di Keerom maupun Arso yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Tami dan Sungai Skanto,” kata Nimbrot di Jayapura, Rabu (15/04)

Menurutnya, berdasarkan topografi letak wilayah Arso Keerom merupakan daerah dataran rendah dan sangat berpotensi banjir (rawan banjir), sehingga setiap kali hujan, air sungai tami dan skanto akan meluap dan merendam pemukiman warga serta lahan pertanian yang ada disekitarnya.

Nimbrot menyebut, upaya yang sudah dilakukan antara melakukan perbaikan drainase yang dangkal, membangun kembali tanggul yang jebol di aArso 7, dan melakukan normalisasi sungai-sungai kecil di sekitarnya

"Namun untuk kasus banjir di Keerom sendiri memang tidak bisa ditanggulangi dengan membangun drainase, karena debit air yang meluap dari suangai Tami jauh lebih besar dan tidak bisa mengikuti drainase yang sudah ada," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Nimbrot, penanganan banjir tidak hanya dilakukan dengan saluran drainase karena Topografinya yang datar agak susah.

"Jika air sungai tami naik maka akan sulit ditampung dari drainase yang dibangun, untuk itu perlu dibangun Kolam Retensi,” jelasnya.

Kolam Retensi diistilahkan sebagai tempat parkiran air sementara selama air sungai Tami naik.

"Nanti ketika air sungai Tami kembali normal, baru akan kami buang kembali kembali ke Sungai Tami," jelasnya lagi.

Kolam Retensi ini, lanjut Nimbrot, membutuhkan lahan kurang lebih 100 hektar yang mana lokasinya terdapat di Kampung Yowong di Kabupaten Keerom.

"Tahun ini kami di Balai Wilayah Sungai sudah ada anggarannya untuk pengadaan lahan, akan tetapi dilakukan bertahap,” kata Nimbrot.**


BACA JUGA

BWS Papua Usulkan Bantuan Alat Excavator Amfibi untuk Normalisasi Sungai

Selasa, 23 Maret 2021 | 09:08 WIB

Aksi Tanam Pohon BWS Papua, Demi Menjaga Sumber Air Danau Sentani

Senin, 22 Maret 2021 | 14:54 WIB

Peringati Hari Bhakti PUPR ke-75, BWS Papua Tanam Pohon di Pinggiran Danau Sentani

Sabtu, 05 Desember 2020 | 18:34 WIB

BWS Papua Tanam 100 Anakan Sagu di Sentani Papua

Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:27 WIB
TERKINI

Penyerangan Dua Anggota TNI di Yahukimo, TPNPB-OPM Bertanggungjawab

7 Jam yang lalu

Kontak Tembak Dengan KKB, Satu Anggota Satgas Nemangkawi Kena Tembak

7 Jam yang lalu
Meninggalnya Prajurit TNI

Polda Papua Kirim Dua Pejabat Utamanya ke Yahukimo

7 Jam yang lalu

Dua Anggota TNI Tewas di Yahukimo, Aparat Gabungan Lakukan Penyisiran

7 Jam yang lalu

Unipa Kekurangan Dosen Asli Papua, Ini Aspirasi Rektor dan Stafsus Bill Mambrasar

7 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com