Penyelundupan Senjata dan Amunisi Untuk KKB Puncak Jaya,Kapolda Patrige Renwarin: Pelaku Ditahan di Polda

JAYAPURA,wartaplus.com - Satgas Damai Cartenz bersama Satuan Reskrim Polres Keerom berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata api dan ratusan butir amunisi untuk KKB Puncak Jaya pimpinan Lerimayu Talenggen.
Dari data yang diperoleh, senjata api dan amunisi ini dibawa oleh seorang terduga pelaku berinisial YE (28) yang diketahui merupakan seorang mantan anggota TNI yang dipecat karena terlibat penjualan senjata dan amunisi pada 2022 lalu.
Terduga pelaku YE diketahui menyewa sebuah mobil untuk mengangkut senjata api dan ratusan amunisi ini menuju Wamena, Jayawijaya. Namun saat melintas di Kabupaten Keerom, pelaku ditangkap dan barang bawaan disita.
Barang bukti yang diamankan diantaranya dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1, 4 pucuk senjata api laras pendek jenis G2, 4 magazen dan 882 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Dari hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi ini dibawa melalui jalur darat Jayapura-Wamena-Lanny Jaya dan akan diserahkan kepada KKB Puncak Jaya pimpinan Lerimayu Talenggen.
Foto: Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin/Roberth
Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku YE (28) di Kabupaten Keerom.
"Ya memang benar hari ini ada penangkapan terhadap salah seorang terduga pelaku pelanggar undang-undang darurat nomor 12 yaitu membawa, memiliki, menyimpan sebuah benda berupa senjata baik itu laras panjang maupun laras pendek berikut dengan amunisinya," katanya kepada wartawan di Kota Jayapura, Jumat (7/3/2025) sore.
Meski begitu, mantan Wakapolda Papua Barat ini mengaku bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap asal senjata api dan amunisi yang disita.
"Amunisinya sudah dipastikan kaliber 5,56 milimeter dan kaliber 9 milimeter. Untuk saat ini anggota masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap asal dan tujuan senjata api ini. Nanti kita akan umumkan lagi," tandasnya.
Saat ini terduga pelaku YE (28) sementara ditahan di Polda Papua untuk proses penyelidikan lebih lanjut. *