Polda Papua Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Perayaan HUT OPM 1 Desember
Kepolisian Daerah Papua melaksanakan Apel kesiapsiagaan jelang perayaan Hut Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember, di lapangan Mapolda lama, Minggu (30/11/2025)/dok.Humas Polda Papua
JAYAPURA, wartaplus.com – Kepolisian Daerah Papua melaksanakan Apel kesiapsiagaan jelang perayaan Hut Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember.
Apel kesiapsiagaan ini dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Kegiatan apel dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Papua, Kota Jayapura, Minggu (30/11/2025) siang.
Apel ini dihadiri oleh Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Jan Wynand Immanuel Makattita, Kabag Binops Roops AKBP Mughoni, Kabag Dalops Roops AKBP Bahar Tushiba serta personel gabungan Polda Papua.
Dalam arahannya, Kabag Binops Roops Polda Papua AKBP Mughoni, menekankan pentingnya pemahaman struktur dan tugas masing-masing Satuan Tugas.
"Seluruh rekan-rekan diharapkan segera melaksanakan kegiatan patroli secara terkoordinasi untuk mengantisipasi potensi munculnya kegiatan-kegiatan yang bersifat provokatif, maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan gangguan terhadap situasi Kamtibmas," tegas AKBP Mughoni.
Ia juga menambahkan bahwa patroli harus dilakukan dengan pendekatan humanis, sambil tetap mengedepankan deteksi dini, cegah dini, serta pelaporan cepat terhadap setiap perkembangan situasi.

Sementara itu, Dirintelkam Polda Papua menyampaikan pentingnya peningkatan deteksi dini dan monitoring terhadap potensi aktivitas yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Papua.
“Setiap perkembangan situasi di lapangan harus segera dilaporkan secara berjenjang untuk mencegah potensi gangguan. Kehadiran personel di titik-titik rawan harus mampu memberikan rasa aman dan menekan ruang gerak kelompok yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” ujarnya.
Dirintelkam juga menegaskan bahwa penggunaan senjata api dalam penugasan harus sesuai prosedur dan hanya dilakukan oleh personel yang diberikan kewenangan khusus.
“Tindakan harus profesional, terukur, dan memprioritaskan keselamatan masyarakat. Setiap penggunaan senjata harus seizin komando dan sesuai SOP,” tambahnya.**


