MENU TUTUP

Pilkada Kabupaten Keerom, Distrik Towe dan Kesenar Jadi Perhatian Khusus

Jumat, 11 Oktober 2019 | 10:23 WIB / Andi Riri
Pilkada Kabupaten Keerom, Distrik Towe dan Kesenar Jadi Perhatian Khusus Ketua KPU Keerom, Korneles Watkaat/Istimewa

JAYAPURA - Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Keerom memberi perhatian khusus kepada Distrik Towe dan Distrik Kesenar pada Pilkada 2020 mendatang.

Ketua KPU Keerom, Korneles Watkaat di Jayapura, Jumat (11/10) mengemukakan alasan diberi perhatian khusus karena kedua Distrik ini berada cukup jauh dari pusat ibukota Keerom.

"Oleh karena logistik harus diangkut dari kantor KPU di Keerom menuju Bandara Sentani untuk diterbangkan melalui pesawat udara," kata Korneles

Dikatakan, untuk.Pilkada 2020, pihaknya akan mengutamakan distrik yang jauh. Sebab di Keerom ini unit, pengiriman logistik bisa melalui jalar darat, udara dan sungai.

NPHD Rp15 Miliar

Korneles mengaku, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 15 milyar. Anggaran tersebut rencananya akan dicairkan tiga tahap di tahun 2019 dan 2020.

"Kami awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 30 milyar. Setelah pembahasan dengan Pemda Keerom hanya disetujui Rp 15 milyar,"ungkapnya.

Menurut dia, jika dilihat dari anggaran yang tersedia, tentu masih kurang, namun pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Keerom

Korneles menjelaskan, dalam isi NPHD dalam satu pasal disebutkan akan dilakukan adendum, dengan demikian, anggaran untuk Pilkada Keerom masih bisa ditambahkan untuk membiayai tahapan pilkada di Kabupaten Keerom.

Korneles mengaku, KPU Keerom mengajukan anggaran sebesar Rp 30 milyar karena sudah dihitung dengan seleksi badan ad hoc maupun kebutuhuan lainnya. Sebab, calon ad hoc dulu hanya mengisi formulir pendaftaran, sekarang ini harus melalui tes kesehatan lengkap dan dibiayai oleh KPU.

Selain itu, katanya, dalam proses tes badan ad hoc, KPU harus menyiapkan anggaran untuk tim dokter dan lain-lainnya. Kemudian KPU harus siapkan biaya akomodasi jika ada warga dari distrik terjauh datang ke ibukota kabupaten Keerom untuk mendaftar.

"Pilkada tahun 2020, banyak biaya yang kita butuhkan, tapi anggaran yang ada akan dipakai sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Korneles menambahkan, saat ini KPU sedang membahas bagaimana rekapituasi elektronik dari TPS ke KPU tidak lagi melalui PPD, hal inii untuk hindari kecurangan, jika ini diberlakukan pada pilkada 2020, maka KPU sangat membutuhkan laptop, scanner maupun jaringan internet.**
 


BACA JUGA

KPU dan Bawaslu Harus Independen

Pemuda Tabi Ajak Warga Dukung PSU di Papua

Jumat, 28 Maret 2025 | 21:03 WIB

Jubir MARIYO Ingatkan KPU Jangan Ulangi Kesalahan yang sama di PSU Pilgub Papua

Senin, 24 Maret 2025 | 19:52 WIB

Oknum Penyelenggara KPU Papua Diduga Terima Suap Rp1 Miliar dari Salah Satu Cawagub

Minggu, 23 Maret 2025 | 03:26 WIB

Murni dari APBD Papua 2025, Anggaran PSU PIlkada Disetujui Sebesar Rp189 Miliar

Kamis, 06 Maret 2025 | 19:51 WIB

Dianggap Gagal Gelar Pilkada, KPU Papua Dilaporkan ke KPK dan Kejaksaan Agung

Kamis, 06 Maret 2025 | 04:03 WIB
TERKINI

Wakaops Damai Cartenz: Patroli Dialogis di Yalimo Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

8 Jam yang lalu

Pendekatan Humanis Lewat Patroli Dialogis Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025

8 Jam yang lalu

Aktifitas Warga Angguruk dan Heriapini Kembali Normal, Bupati Didimus: Penegakan Hukum Tetap Berjalan 

9 Jam yang lalu
59 Terluka Panah dan 2 Meninggal

Saling Serang Antara Dua Kelompok Terus Berlangsung di Puncak Jaya

13 Jam yang lalu

GPDP Gelar TOT Nasional dan Luncurkan Kurikulum Sekolah Minggu

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com