MENU TUTUP

"Grasberg Block Cave:  Tempat Insiden Aliran Lumpur Yang Merenggut Nyawa Pekerja

Senin, 06 Oktober 2025 | 07:55 WIB / Redaksi
Ilustrasi wartaplus.com

JAYAPURA,wartaplus.com - Grasberg Block Cave adalah salah satu operasi penambangan bawah tanah utama di kompleks tambang Grasberg, yang terletak Papua Tengah Indonesia.

Tambang ini dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), anak perusahaan Freeport-McMoRan (FCX) dari Amerika Serikat, bekerja sama dengan pemerintah Indonesia yang memegang saham mayoritas (51,23% melalui MIND ID).

Grasberg secara keseluruhan adalah salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia, dengan cadangan terbukti dan probabel mencapai 14 juta ton tembaga, 808 ton emas, dan 3.773 ton perak per Desember 2022.

Metode Penambangan Block Caving
Block Caving adalah teknik penambangan bawah tanah di mana blok bijih besar (sekitar 500x500x100 meter) diundercut (dipotong dasarnya) untuk memungkinkan gravitasi menarik bijih ke bawah secara alami. Ore kemudian diekstrak melalui terowongan di bawahnya.

Dari berbagai sumber yang diperoleh wartaplus.com di Grasberg Block Cave, ini digunakan untuk mengeksploitasi badan bijih yang sama dengan yang sebelumnya ditambang secara open-pit (lubang terbuka) sejak 1988. Transisi ke bawah tanah dimulai sekitar 2019 setelah open-pit mencapai kedalaman maksimal.

Ore body ini kaya akan tembaga dan emas berkadar tinggi, membuatnya ekonomis untuk produksi skala besar. Produksi dari Block Cave ini diharapkan berlanjut hingga 2041, dengan potensi perpanjangan hak operasi PTFI. Tambang Grasberg memiliki tiga operasi bawah tanah utama: Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan.

Produksi dan Pentingnya Ekonomi

Grasberg Block Cave menyumbang sekitar 70% produksi tembaga PTFI hingga 2029. Pada paruh pertama 2025, seluruh distrik Grasberg memproduksi 297.000 ton tembaga.
Proyeksi awal untuk 2026: 1,7 miliar pon (771.000 ton) tembaga dan 1,6 juta ons emas, meskipun ini terdampak insiden terbaru.

Pada 8 September 2025, terjadi mud rush (aliran lumpur basah) di tingkat PB1C (salah satu dari lima blok produksi di Block Cave), di mana sekitar 800.000 ton material basah mengalir deras ke berbagai level tambang, merusak infrastruktur dan menjebak tujuh pekerja. Pencarian para pekerja masih dilakukan hingga hari ini. 5 Pekerja ditemukan tak bernyawa sedangkan 2 lainnya masih dalam pencarian.

Tambang ini krusial bagi ekonomi Indonesia sebagai sumber devisa ekspor, tetapi juga sering dikaitkan dengan isu lingkungan, hak buruh, dan konflik sosial di Papua*


BACA JUGA

Personil Gabungan Polda Papua Dikerahkan untuk Bersihkan Jalan Ringroad yang Ditutupi Material Longsor

Jumat, 28 November 2025 | 18:14 WIB

Tiga Dokter Baru dari Tanah Amungme dan Kamoro: Kisah Nyata yang Menginspirasi Papua

Minggu, 23 November 2025 | 06:01 WIB

Perkuat Peran Posyandu, Ketua TP Posyandu Puncak Jaya Ikut Rakor se-Papua Tengah

Jumat, 21 November 2025 | 05:01 WIB

Freeport Serahkan Dapur Mandiri dan Konsentrator Oksigen ke RS Waa Banti, Perkuat Layanan Kesehatan di Dataran Tinggi Mimika

Jumat, 14 November 2025 | 19:02 WIB

Pemuda Suku Kamoro Nyatakan Dukungan Penuh Satgas Damai Cartenz Tegakkan Hukum di Papua

Rabu, 12 November 2025 | 15:20 WIB
TERKINI

Satgas Damai Cartenz dan Polres Paniai Lakukan Patroli Humanis serta Baksos di Distrik Bibida

6 Jam yang lalu

Jasad Bayi Ditemukan Warga Diantara Tumpukan Sampah di TPA Koya Koso Jayapura ‎ ‎

1 Hari yang lalu

Personil Gabungan Polda Papua Dikerahkan untuk Bersihkan Jalan Ringroad yang Ditutupi Material Longsor

1 Hari yang lalu
Video Himbauan

Benny Wenda Serukan Bangsa Papua Kibarkan Simbol Kemerdekaan di Hari Lahir Embrio Bangsa, 1 Desember 2025

1 Hari yang lalu

Sambut Bulan Kasih, Satgas Damai Cartenz Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Sembako

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com