MENU TUTUP

Pengadaan Speedboat Puskesmas Keliling Rp.2,1 Miliar, Mantan Kadis di Tambrauw Jadi Tersangka 

Selasa, 16 Maret 2021 | 02:41 WIB / Cholid
Pengadaan Speedboat Puskesmas Keliling Rp.2,1 Miliar, Mantan Kadis di Tambrauw Jadi Tersangka  Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Erwin PH Saragih S.H, M.H/Istimewa

SORONG,wartaplus.com- Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dugaan kasus korupsi pengadaan Speedboat Puskesmas Keliling senilai Rp.2,1 milliar pada tahun anggaran 2016 silam.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin PH Saragih S.H, M.H ketika dikonfirmasi mengungkap dalam kasus dugaan pengadaan Speedboat Puskesmas Keliling di Kabupaten Tambrauw, negara mengalami kerugian hingga Rp.1,9 miliar.

"Nilai anggaran sebesar Rp.2,1 Milliar, sedangkan dari hasil penghitungan audit BPKP negara mengalami kerugian hingga Rp.1,9 miliar," ucapannya.

Kata Erwin dalam kasus itu pihaknya menetapkan empat orang tersangka yakni PT, OD, YAW dan KK. "PT sebagai kuasa anggaran, OD sebagai PTK, YAW sebagai rekanan atau pihak ketiga, sementara KK sebagai staf dari pihak ketiga," ucapnya.

Ia pun membeberkan dalam proses itu pihaknya menemukan fakta yang mana PT secara langsung menunjukkan perusahaan YAW sebagai pemenang tender pengadaan tersebut tanpa prosedur pelelangan yang semestinya.

"Ada tiga tahapan pencairan dana, tahap awal, Rp653.526.000, tahap kedua
Rp.653.526.000, sementara tahap tiga
Rp.653.526.000 sedangkan tahap akhir pencairan hanya Rp.57.183.000,”ucapannya.

Hingga saat ini, lanjut Erwin pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut, bahkan keempat tersebut itu pun di sangkakan pasal 2 Jo pasal 18 Undang-Undang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman penjara minimal 4 tahun.

Mantan Kajari Biak Numfor ini menegaskan akan menuntaskan kasus tindak pidana korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah yang tertunda.

Pria kelahiran Kota Injil, Manokwari Papua Barat ini pun memberikan warning kepada para pejabat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dinilai merugikan negara yang berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.*

 


BACA JUGA

Jangan Ambil Untung

Dana Sekertariat 1 Milyar, Gubernur Waterpauw: Macam Mau Bangun Sekertariat Saja

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:19 WIB

Penjabat Gubernur Papua Barat Ikut Hantarkan Pembentukan Kodam Kasuari 

Selasa, 24 Mei 2022 | 11:11 WIB

Penjabat Gubernur Minta TNI Bantu Pemerintah Jaga Stabilitas Keamanan dan Percepatan Vaksinasi di Papua Barat

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:55 WIB

Menang di PTUN, Bupati Sorong Selatan Sah Cabut Izin Dua Perusahaan Sawit

Senin, 23 Mei 2022 | 18:38 WIB

Pimpin Apel Perdana, Penjabat Gubernur Minta ASN Jangan Pentingkan Diri Sendiri 

Senin, 23 Mei 2022 | 14:22 WIB
TERKINI

Sebanyak 106 Kepala Sekolah di Papua Dilantik

4 Jam yang lalu
Jangan Ambil Untung

Dana Sekertariat 1 Milyar, Gubernur Waterpauw: Macam Mau Bangun Sekertariat Saja

17 Jam yang lalu

Terima Keluhan Mahasiswa, Bupati Puncak Jaya Siap Bantu Pembangunan Aula Uswim Nabire

22 Jam yang lalu

Bupati Puncak Jaya Goes To Campus, Berbagi Kisah Suksesnya di Kampus Uswim Nabire

22 Jam yang lalu

Bupati Puncak Jaya Bantu Dana Penerimaan Mahasiswa Baru di Nabire

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com