MENU TUTUP

Korban Panah Wayar oleh OTK di Jayapura Ternyata Buat Laporan Palsu, Ini Faktanya

Jumat, 23 September 2022 | 06:36 WIB / Andi Riri
Korban Panah Wayar oleh OTK di Jayapura Ternyata Buat Laporan Palsu, Ini Faktanya Kapolresta Jayapura Kombes Pol Victor Mackbon/dok:Humas Polresta

JAYAPURA, wartaplus.com - Informasi adanya masyarakat yang terkena panah wayar oleh orang tak dikenal (OTK) di seputaran Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (22/09) malam yang telah diberitakan sejumlah media online dan viral di media sosial ternyata hoax atau tidak benar.

Korban telah membuat laporan palsu kepada polisi.

Informasi hoax  ini langsung disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si kepada wartawan, Jumat (23/09) dini hari.

Kapolresta menjelaskan, dirinya mendapatkan informasi dari Kapolsek Muara Tami bahwa ada korban bernama Wahyu (16) bersama saksi Nabil (14) dan Irzan (17) yang melaporkan bahwa korban telah terkena panah wayar hingga tembus di bagian telinga, dimana laporan awalnya baik saksi maupun korban menyampaikan bahwa mereka dipanah oleh orang yang tidak dikenal.

"Mendapatkan laporan tersebut Polsek Muara Tami kemudian melakukan pendalaman dan ternyata keterangan yang disampaikan oleh mereka tersebut tidak benar atau memberikan keterangan palsu, dimana setelah dilakukan penyelidikan bahwa mereka saat kejadian sedang bermain panah wayar," jelas Kapolresta.

Lanjut katanya, ketika bermain panah wayar, saksi Irzan tidak sengaja menembakkan panah wayar tersebut ke arah korban.

"Informasi atau berita ini kini sedang viral bahwa adanya orang tidak dikenal yang melakukan perbuatan tersebut di wilayah Distrik Muara Tami sehingga mengganggu kelancaran Kamtibmas karena menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat," ujar Kapolresta menyayangkan adanya informasi tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya sudah merespon peristiwa tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi. 

"Mereka karena telah menyebarkan keterangan palsu dan mereka sendiri terancam dikenakan Undang-Undang ITE Pasal 28 tentang penyebaran berita bohong atau Hoax yang ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara," tegas Kapolresta.**

 

 

 


BACA JUGA

Puluhan Botol Miras Bermerek Diduga Ilegal, Disita dari Tempat Hiburan Malam di Jayapura

Minggu, 25 September 2022 | 21:03 WIB

Kericuhan Warga di Kawasan Jalan Baru Abepura Jayapura Ternyata Dipicu Miras

Jumat, 23 September 2022 | 06:32 WIB

Seorang Pelajar SMP di Koya Terkena Panah Wayar OTK

Kamis, 22 September 2022 | 20:29 WIB

Kapolresta Jayapura Tegaskan Informasi Terkait Aksi 20 September di Medsos Hoax

Senin, 19 September 2022 | 05:31 WIB
TERKINI

Pekerjaan Jalan Moskona Timur Barat Pasca Pembantaian KKB Tetap Dilanjutkan 

21 Jam yang lalu
Kepala Dinas PUPR PB, Yohanis Momot:

4 Jenazah Pembantaian KKB di Teluk Bintuni Dikirim Pulang Kampung

21 Jam yang lalu

Partai Pelita Papua Ultimatum DPP

1 Hari yang lalu
Video Pernyataan TPNPB OPm

Pembakaran Kantor Distrik Kebo Paniai Diusut Polisi, TPNPB OPM  Bertanggungjawab

1 Hari yang lalu

Rocktober Manjakan Pencinta Musik

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com