MENU TUTUP

Tangisan Bahagia Mama Papua Tengah, Usai Terima Box Kontainer dari Pj Gubernur

Minggu, 04 Februari 2024 | 07:07 WIB / Andi Riri
Tangisan Bahagia Mama Papua Tengah, Usai Terima Box Kontainer  dari Pj Gubernur Pj Gubernur Papua Tengah Dr Ribka Haluk saat meninjau bx kontainer yang diberikan kepada pedagang mama Papua/Humas Papua Tengah

NABIRE, wartaplus.com - Sebanyak 80 unit box kontainer (rumah perjualan) dibagikan Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat Kampung (Dispendukcapil, BPMK) Provinsi Papua Tengah kepada para pedagang mama-mama Papua di Kabupaten Nabire, Sabtu (02/02/2024).

Pembagian secara simbolis yang dilakukan di Pantai Nabire, oleh Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM. Tangis bahagia tampak dari wajah mama mama Papua yang menerima box kontainer.

Bantuan sederhana yakni box kontainer yang kurang lebih 3 meter kali 2 meter diberikan pemerintah sangat berarti bagi mama-mama pedagang Orang Asli Papua (OAP). Pasalnya, selama ini mama-mama di Papua Tengah banyak terlihat berjualan tas noken dan pinang dipinggir jalan beralaskan terpal dan tenda sebagai payung.

Flora Nawipa salah satu penerima box kontainer mengatakan, sebagai anak seorang perintis merasa kesal terhadap pemerintah. Mengapa tidak, ia sering dicemooh oleh orang yang berkata seorang anak perintis berjualan dipinggir jalan, namun tak diperhatikan pemerintah.

“Saya ini anak seorang pentintis. Orang sering menyampaikan, kenapa tidak ada pemerintah memperhatikan kamu. Namun, saya hanya bisa diam dan berdoa. Dan hari ini Tuhan menjawab doaku berkat kehadiran Mama Gubernur,” ucapnya penuh tangis bahagia.

Flora mengaku bahagia dengan kehadiran Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang dimekarkan Provinsi Papua. Ia berkeyakinan pemerataan pembangunan akan terjadi dan berkeadilan.

“Apa yang dirintis oleh orang tua kami kini telah berbuah hasil, jalan-jalan telah bagus dan fasilitas publik mulai dibangun. Kini sudah tidak lagi kehujanan dan kepanasan dalam berjualan. Walau bantuan ini sederhana, namun bagi kami para pedagang tentu sangat berarti,” akunya.

Curhatan Mama Dijawab

Kebahagiaan juga dirasakan mama Letrince Weror, ia sebagai masyarakat yang tinggal dipesisir Nabire, menyuarakan curahan hati mama-mama pesisir atas perhatian Ibu Gubernur terhadap para penjual pinang dipinggir jalan.

“Selama ini kami berjualan tanpa ada penghalang debu dan panas teriknya matahari. Saat ini kami bisa berjualan dengan nyaman, bahkan hasil dagangan yang belum terjual bisa kami simpan di box kontainer, ketika kami hendak pulang kerumah,” jelasnya.

Ia tidak ingin ada yang menilai bahwa bantuan ini hal yang biasa. Sebab, bagi para pedagang mama-mama Papua rumah jualan ini sangat berarti.

“Kami ini berjualan dipinggir jalan dan ini adalah doa kami setiap hari, agar ada bantuan rumah jualan bagi kami yang layak. Semoga bantuan ini tidak terhenti dan Ibu Gubernur bisa mendatangi dan melihat hasil rajutan pengerajin tas noken dan penjual pinang,” pungkasnya.

Bantuan Petani Kopi

Sementara itu, seorang petani kopi Elimer Tekege yang mendapat bantuan mesin Grinder dan Sangrai Kopi untuk kelompok tani di Deiyai mengatakan bantuan mesin alat pertanian untuk kopi terakhir kali diterima dari pemerintah sejak tahun 1980an. Sehingga, bantuan ini menjadi salah satu yang berarti bagi para petani kopi.

“Kami Moenamani sudah sangat terkenal. Namun, kami berbeda dengan kenyataan kehidupan kami para petani. Bahkan produktifitasnya sudah tidak lagi baik. Kami berkeyakinan atas perhatian pemerintah ini, kedepan kami akan kembali menduniakan kopi moenamani,” katanya.

Ia menceritakan kendala bagi para petani kopi di Deiyai khususnya, yakni kurangnya keberadaan pupuk, teknologi dan minimnya lahan pertanian yang dibuka. Selain itu masih banyak para petani yang belum produktif dalam bertani.

“Besar harapan kami, bantuan-bantuan ini tidak berhenti. Kami perlu perhatian pemerintah khususnya dalam membuka lahan dan juga pendampingan. Keberadaan kopi moenamani harus dikembalikan,” katanya.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM  berharap seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah untuk bekerja keras dan menekuni apa yang selama ini menjadi pekerjaan sehari-hari. Ia juga akan memerintahkan seluruh jajarannya untuk mendukung setiap usaha yang dimiliki masyarakat.

“Kalau masyarakat produktif, saya bersama jajaran akan mencari uang untuk membantu masyarakat. Ayo kita membuat gerakan bersama dalam membangun Papua Tengah,” katanya.

Adapun bantuan yang diserahkan kepada masyarakat yakni 2 unit mesin Grinder dan Sangrai Kopi, mesin giling dan pipil jagung dan 80 unit box container untuk pedagang mama-mama Papua Tengah, Nabire. Ribka Haluk juga memberikan bantuan, modal usaha bagi mama-mama Papua Tengah yang mendapatkan box kontainer.(adv)


BACA JUGA

Gubernur Papua Tengah Berencana akan Berkantor Tiga Hari di Mulia Puncak Jaya

Kamis, 13 Maret 2025 | 09:23 WIB

Pimpin Apel Perdana, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Pelayanan Prima Untuk Masyarakat.

Jumat, 07 Maret 2025 | 20:35 WIB

Gubernur Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Papua Tengah Yang Maju

Kamis, 06 Maret 2025 | 07:12 WIB

Jelang Putusan Sengketa Pilkada MK, Aparat Keamanan Intensifkan Patroli di Wilayah Puncak Jaya

Minggu, 23 Februari 2025 | 08:50 WIB

Bapperida Papua Tengah Gandeng BPS Gelar Desk Koordinasi Sinkronisasi Data Statistik Sektoral

Kamis, 20 Februari 2025 | 05:47 WIB
TERKINI

Wakaops Damai Cartenz: Patroli Dialogis di Yalimo Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

8 Jam yang lalu

Pendekatan Humanis Lewat Patroli Dialogis Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025

8 Jam yang lalu

Aktifitas Warga Angguruk dan Heriapini Kembali Normal, Bupati Didimus: Penegakan Hukum Tetap Berjalan 

9 Jam yang lalu
59 Terluka Panah dan 2 Meninggal

Saling Serang Antara Dua Kelompok Terus Berlangsung di Puncak Jaya

13 Jam yang lalu

GPDP Gelar TOT Nasional dan Luncurkan Kurikulum Sekolah Minggu

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com