MENU TUTUP

Pemukulan Abraham Gaman di DPR Didamaikan Secara Adat Wondama oleh Yoteni

Kamis, 06 September 2018 | 14:57 WIB / Albert
Pemukulan Abraham Gaman di DPR Didamaikan Secara Adat Wondama oleh Yoteni Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anton Yoteni berdamai dengan Abraham Goram Gaman secara adat Teluk Wondama/Istimewa

MANOKWARI,- Insiden pemukulan yang dilakukan oleh Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anton Yoteni saat Paripurna DPR Papua Barat kepada Abraham Goram Gaman di gedung utama DPR Papua Barat, Selasa (4/9) malam, telah diselesaikan secara adat Teluk Wondama.

Penyelesaian itu disaksikan langsung oleh Pemprov Papua Barat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Kesbangpol Alberth Nakoh, perwakilan anggota DPR seperti Rudi Timisela, Jhon Dimara, Jonadap Trogea dan lainnya.

"Masalah yang sudah terjadi antara saya bersama Goram Gaman di gedung DPR sudah diselesaikan secara adat Teluk Wondama oleh orangtua saya disaksikan istri dan anak-anak," kata Yoteni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (6/9) pagi.

Kata Yoteni, karena kejadian pemukulan berlangsung di muka umum saat paripurna DPR, maka menyelesaikan secara adat di muka umum, sebab ia mengaku bahwa mereka anak-anak adat, maka harus diselesaikan sesuai adat.

Penyelesaian adat berupa membayar piring china dan pemberian noken, di dalamnya ada uang pinang sirih. "Saat penyelesaian sama sekali saya tidak ada dendam kepada Goram Gaman dan hanya spontan karena kejadian itu dan saya tidak ada masalah pribadi sama Goram Gaman," ucap Yoteni lagi.

Goram Gaman yang dikonfirmasi Rabu (5/9) malam membenarkan bahwa masalah sudah diselesaikan secara adata Teluk Wondama.  Kata dia, tidak ada masalah antara ia dan Yoteni, namun kejadian sudah terjadi, sehingga sebagai anak adat sudah maafkan dan kejadian ini sudah diselesaikan.

"Mungkin saja ketua fraksi marah kepada orang lain tetapi saya menjadi pelampiasan, namun saya maklumi karena situasi saat paripurna dan kejadian sudah viral melalui pemberitaan, akan tetapi masalah ini sudah diselesaikan dengan damai," ucap Gaman.

Agar diketahui bahwa kejadian pemukulan pada saat Paripurna DPR Papua Barat, Selasa (4/9) malam. Dimana saat itu Yoteni, ketua fraksi otsus DPR Papua Barat ribut lantaran pengambil kebijakan pemprov tidak hadir saat  sidang berlangsung.

Padahal apa yang dibahas adalah raperdasus yang sangat urgen bagi masyarakat adat asli Papua di Papua Barat. Akan tetapi, kenapa pengambil kebijakan tidak hadir sehingga memicu keributan yang berujung pada pemukulan. *


BACA JUGA

Teluk Wondama Siap Laksanakan Program MBG

Kamis, 20 Maret 2025 | 19:03 WIB

Dituding Lakukan Pemalsuan SK Calon Terpilih DPRK Waropen, Ketua Pansel Berikan Klarifikasinya

Kamis, 27 Februari 2025 | 20:22 WIB

Ketua Pansel DPRK Waropen Dipolisikan atas Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan SK Calon Terpilih

Selasa, 25 Februari 2025 | 17:14 WIB

Pemprov Papua Pegunungan Diminta Tidak Potong TPP ASN

Selasa, 11 Februari 2025 | 11:54 WIB

DPR Papua Dorong Dispenda Aktifkan Retribusi Pajak di Kawasan Ring Road

Jumat, 07 Februari 2025 | 18:23 WIB
TERKINI

Wakaops Damai Cartenz: Patroli Dialogis di Yalimo Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

4 Jam yang lalu

Pendekatan Humanis Lewat Patroli Dialogis Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025

4 Jam yang lalu

Aktifitas Warga Angguruk dan Heriapini Kembali Normal, Bupati Didimus: Penegakan Hukum Tetap Berjalan 

5 Jam yang lalu
59 Terluka Panah dan 2 Meninggal

Saling Serang Antara Dua Kelompok Terus Berlangsung di Puncak Jaya

9 Jam yang lalu

GPDP Gelar TOT Nasional dan Luncurkan Kurikulum Sekolah Minggu

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com