MENU TUTUP

Tuntut Rp 200 Miliar, Jenazah Korban Penembakan Dibawa ke Polres Manokwari

Minggu, 03 Maret 2019 | 23:46 WIB / Albert
Tuntut Rp 200 Miliar, Jenazah Korban Penembakan Dibawa ke Polres Manokwari Tuntutan keluarga korban, polisi membayar jenazah almarhum Septer Dowansiba dibayar 200 miliar, sebab almarhum korban penembakan, Minggu (3/3/2019)/Albert

MANOKWARI- Jenasah almarhum Septer Dowansiba yang merupakan korban penembakan pada Sabtu (3/2/2019) malam, di Reremi Permai Manokwari, Papua Barat dibawa oleh keluarga korban ke Polres Manokwari sebagai bentuk tuntutan nyawa ganti nyawa, pada Minggu (3/3/2019) siang.

Tuntutan keluarga korban agar aparat kepolisian membayar nyawa korban senilai Rp 200 miliar. Kedatangan keluarga korban dan pemuda Arfak di halaman Polres Manokwari didampingi oleh tokoh intelktual Arfak, yakni Daud Indou, Sius Dowansiba dan Gotlif Dowansiba, anggota DPR Papua Barat. Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan juga ikut datang.

Sebelumnya keluarga korban melakukan orasi kehadapan pejabat utama dan jajaran Polres Manokwari, Kasat Brimob Polda Papua Barat, Kombes Pol Godhelp Endi Mansnembra. Keluarga korban dan mahasiswa sempat pertanyakan tugas Polisi kepada masyarakat sipil, mengapa senjata digunakan untuk menembak korban hingga tewas.

Padahal menurut mereka bahwa kehadiran aparat kepolisian untuk menjaga, melindungi dan mengayomi rakyat. Namun justru saat ini keluarga mereka menjadi korban penembakan. Sempat juga keluarga korban bersikeras untuk tidak bersedia membawa pulang jenazah almarhum yang sudah dibaringkan ke dalam peti jenazah.

Salah seorang tokoh masyarakat Arfak Sius Dowansiba dalam kesempatan itu, juga mendukung apa yang menjadi sikap dan tuntutan dari keluarga korban.

Sius Dowansiba yang juga adalah Ketua DPD KNPI Papua Barat itu mengatakan bahwa dampak dari semua ini karena minuman keras (miras), sebab tanpa miras di Manokwari kejadian yang menimpa korban maupun pelaku penembakan tidak akan terjadi.

"Untuk itu miras harus diberantas seutuhnya, terutama oknum  pendatang yang menjual miras di Manokwari harus dihentikan. Oleh sebab itu para penjual miras segera diproses oleh polisi," pinta Sius.

Menurutnya, persoalan ini harus dibicarakan dengan baik agar tuntutan masyarakat terjawab dan tidak terjadi keributan. Sayangnya masalah seperti ini tidak ditanggapi pemerintah, maka harusnya pemerintah turun tangan, misalnya Bupati harus turun tangan. 

Dikatakan Sius bahwa kejadian ini melibatkan oknum, tetapi jabatannya sebagai anggota polisi, maka tidak salah kalau masyarakat membawa jenazah ke Polres Manokwari. Saran Sius agar masalah ini dibicarakan secara baik agar tidak terjadi dampak yang lebih luas di Manokwari.

Sementara itu, Daud Indou dalam kesempatan itu, juga berharap masalah ini diselesaikan agar Manokwari tetap aman dan damai, sebab Daud juga adalah aktor di balik Perda Miras Manokwari.

Daud berpendapat bahwa kejadian yang terjadi di Manokwari semuanya berasal dari alkohol. Artinya 99 persen masalah kriminal bermula dari miras. Jadi, masalah ini diserahkan sepenuhnya kepada polisi.

Menjawab tuntutan keluarga korban, Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengklaim bahwa kasus yang melibatkan oknum Brimob tersebut sudah diserahkan ke Polda Papua Barat.

Bahkan kata Kapolres, sudah diperintahkan Kapolda untuk oknum anggota tetap di proses hukum. Namun masalah jenazah korban akan bicarakan bersama keluarga korban dan tokoh adat Arfak agar mencari solusinya guna menjawab tuntutan keluarga korban. *


BACA JUGA

Tempat Produksi Miras CT di Wamena Jayawijaya Digerebek Polisi

Kamis, 18 April 2024 | 16:22 WIB

Empat Orang Meninggal Dunia Usai Konsumsi Miras Oplosan di Asmat

Minggu, 25 Februari 2024 | 03:55 WIB

Polda Papua Terbitkan Larangan Penjualan Miras Jelang Pencoblosan

Rabu, 07 Februari 2024 | 16:07 WIB

Kapolresta Jayapura Bersama Forkopimda Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

Kamis, 21 Desember 2023 | 21:02 WIB

Hadiri Pemusnahan Miras dan Sajam Sitaan, Pj Bupati Tumiran: Jangan Ada Oknum ASN Terlibat

Sabtu, 07 Oktober 2023 | 16:35 WIB
TERKINI
KPU dan Bawaslu Harus Independen

Pemuda Tabi Ajak Warga Dukung PSU di Papua

2 Jam yang lalu

Personel Operasi Damai Cartenz-2025 Bangun Kebersamaan dengan Anak-Anak di Intan Jaya

5 Jam yang lalu

Pemerintah Tidak Serius Menyelesaikan Konfik Bersenjata di Tanah Papua, Korban Akan Terus Berjatuhan

16 Jam yang lalu

Satgas Ops Damai Cartenz di Yahukimo Tetap Berpuasa di Tengah Tugas Operasi

18 Jam yang lalu

Freeport Indonesia: Selamat Bertugas Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com