MENU TUTUP
Aksi Kriminal KKB

Aktifitas Belajar Lumpuh, Polisi Pi'ajar di Kimbeli dan Banti Tembagapura

Rabu, 18 April 2018 | 10:17 WIB / Cholid
Aktifitas Belajar Lumpuh, Polisi Pi'ajar di Kimbeli dan Banti Tembagapura Anak-anak di Banti dan Kimbely saat mengukuti kegiatan Polisi Pi'Ajar/Istimewa

TIMIKA,-Pasca aksi kriminalitas yang dilakukan oleh kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura yang berdampak pada putusnya aktifitas belajar mengajar, sehingga ratusan anak yang berada di Kampung yakni Banti dan Kimbely di distrik Tembagapura putus sekolah. 

Pihak kepolisian Resot Mimika di bantu aparat TNI dan pemerintah trus melakukan pemulihan trauma kepada anak-anak putus sekolah dengan menggelar program Polisi Pi' ajar dikampung Banti, Selasa (17/4) kemarin.

kegiatan Polisi Pi ajar melibatkan  Bhabinkamtibmas Polres Mimika, Polsek Tembagapura dan anggota Satgas dipimpin AKP Sudirman.

Kegiatan diawali dengan nyanyian anak - anak dan perkenalan badut polisi yang mana diharapkan agar anak-anak dapat menghilangkan trauma serta ketakutan pasca kontak tembak yang dilakukan oleh kelompok KKB dan aparat keamanan.

Mantan Kapolsek Tembagapura AKP Sudirman menuturkan anak-anak di desa Wa”a banti, Kimbeli dan sekitarnya ini selama 7 bulan sudah tidak bersekolah dikarenakan situasi yang kurang aman didesa Wa”a banti. Untuk itu pihaknya hadir guna menghibur dengan belajar sambil bermain dengan tujuan mengilangkan rasa ketakutan selama ini.

"Kita tidak mau, anak-anak kita ini sebagai penerus bangsa tidak bersekolah, mereka adalah penerus untuk itu kita berkomitmen agar mereka harus kembali bersekolah," terangnya.

Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto  mengatakan aparat keamanan dan pemerintah daerah akan berupaya untuk membantu anak-anak yang putus sekolah dan akan melakukan proses belajar mengajar sementara sampai fasilitas bangunan sekolah sudah dibangun.

"Ini adalah upaya pemulihan keamanan didesa Wa’a banti, Kimbeli dan sekitarnya. Disisi lain anak-anak putus sekolah banyak namun kita berupaya walaupun tempat fasilitas sekolah sementara belum diperbaiki," terangnya.

Sementara itu Danbrigif Kolonel Frists Pelamonia, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Wa’a Banti yang sudah dengan antusias mengikuti proses belajar mengajar yang diselenggaran oleh reka-rekan dari Polri dan dibantu oleh TNI.  

"Harapan kami pemerintah bekerja sama dengan PT.FI membangun kembali sekolah yang dibakar oleh KKB agar anak-anak ini bisa kembali bersekolah seperti biasa,"ucapnya.

Kepala Distrik Tembagapura Martinus Nuboba menyampaikan bahwa, anak-anak Kampung Wa’a banti dan sekitarnya sangat membutuhkan sekolah, hal itu dibuktikan dengan adanya anggota polisi yang mengajar di kampung Wa’a banti ini. Mereka anak-anak Nampak serius mengikuti proses belajar mengajar yang diberikan oleh petugas TNI-Polri

Kepala suku Wa’a banti kolinus Beanal memyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Polri dan TNI yang telah datang mengamankan kampung Ea’a banti dan sekaligus memberikan pengajaran kepada anak-anak di kampung Wa’a banti tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan memberikan bingkisan serta makanan dan susu untuk memperbaiki gizi mereka pasca pembakaran sekolah oleh kelompok KKB.*


BACA JUGA

Freeport Terapkan Budaya Selamat Demi Produksi Aman Berkelanjutan

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:47 WIB

Tony Wenas: Pembangunan Smelter PTFI Mendukung Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di Tanah Air

Selasa, 24 September 2024 | 05:03 WIB
Video Smelter Gresik

Smelter Freeport Indonesia di Gresik Diresmikan Presiden Joko Widodo

Senin, 23 September 2024 | 19:13 WIB

8 Ton Bantuan Bahan Makanan buat Korban Tanah Longsor di Distrik Tembagapura

Rabu, 05 Agustus 2020 | 06:01 WIB
Tambah Kekayaan Keanekaragaman Hayati Indonesia

PT Freeport Indonesia Temukan Satu Spesies Tumbuhan Baru di Papua

Sabtu, 06 Juni 2020 | 08:09 WIB
TERKINI

Wakaops Damai Cartenz: Patroli Dialogis di Yalimo Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

3 Jam yang lalu

Pendekatan Humanis Lewat Patroli Dialogis Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025

3 Jam yang lalu

Aktifitas Warga Angguruk dan Heriapini Kembali Normal, Bupati Didimus: Penegakan Hukum Tetap Berjalan 

3 Jam yang lalu
59 Terluka Panah dan 2 Meninggal

Saling Serang Antara Dua Kelompok Terus Berlangsung di Puncak Jaya

7 Jam yang lalu

GPDP Gelar TOT Nasional dan Luncurkan Kurikulum Sekolah Minggu

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com