MENU TUTUP

Pelabelan Teroris pada KKB Justru menambah Benih Pemberontakan Tiada Akhir

Jumat, 30 April 2021 | 17:43 WIB / Andy
Pelabelan Teroris pada KKB Justru menambah Benih Pemberontakan Tiada Akhir Juru bicara Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Arkilaus Baho/Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - Juru bicara Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Arkilaus Baho, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang sekarang oleh pemerintah dilabeli sebagai teroris bukan produk asing sehingga pemerintah hendak berperang melawan mereka. Kelompok tersebut, menurut Arki, lahir dan memberontak akibat ketidakadilan. 

Jubir PRIMA Menegaskan, pendekatan bersenjata tak menyelesaikan masalah. siklus kekerasan bertambah, meluas, akibat ketidakadilan yang dialami, ditambah kekerasan verbal melalui pelabelan dan kekerasan fisik secara nyata atas nama negara. Pelabelan gerakan yang berseberangan dengan pemerintah bukan solusi. Malah jadi bumerang dikemudian hari, demikian dikatakan Arki yang menghabiskan sebagian hidupnya menentang kekerasan negara terhadap rakyat.


Di samping itu pernyataan  Gubernur Papua Lukas Enembe terkait pemerintah menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengannya sebagai kelompok teroris, seakan pemerintah daerah tidak dilibatkan dalam proses perumusan. Diabaikannya keikutsertaan pemda itu, sinyal adanya  jalinan kerjasama pemda dan pemerintah pusat tidak selaras. Demikian disampaikan Juru bicara Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Arkilaus Baho dalam rilisnya yang diterima wartaplus.com, Jumat (30/1/2021).

Arkilaus menduga, implementasi otonomi khusus yang membatasi kewenangan pemda pada urusan pertahanan dan keamanan, membuat sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga daerah tidak harmonis. 

Arki mengatakan, pemerintah saja tidak punya persepsi yang sama soal kebijakan yang di putuskan itu. Bagaimana bisa mengatasi masalah teror? sejarah membuktikan bahwa pelabelan hanya melahirkan memorian passionis tiada henti. ingatan masa lalu, saudaranya ditembak, ortunya mengungsi, terlantar, rumah dibakar, sapu bersih segalanya, akan melahirkan bibit-bibit KKB yang baru.

menurut Juru Bicara Partai yang baru lolos Kemenkumham ini, Papua butuh Indonesia baru tanpa moncong senjata. Indonesia baru yang mampu menyelesaikan masalah dalam negeri dengan pendekatan kebangsaan dan kemanusiaan. Indonesia baru yang punya cara pandang berbeda tentang Papua. Pendekatan kultur dan kesejahteraan. Tinggalkan rezim moncong senjata. 

"PRIMA sudah memperjuangkan solusi sesuai nilai-nilai Pancasila. Dalam bentuk kelembagaan politik baru, yang disebut Dewan Rakyat Papua (DRP), agar tiap marga, menyalurkan aspirasi politik sekaligus menegakkan martabat politik masyarakat Papua. Mengingat basis sosial masyarakat Papua yaitu marga dan suku, DRP akan berbasis pada kelompok sosial di Papua yang selama ini terkecualikan, seperti suku/marga, perempuan dan agama, "pungkasnya.*


BACA JUGA

Penyerangan Dua Anggota TNI di Yahukimo, TPNPB-OPM Bertanggungjawab

Rabu, 19 Mei 2021 | 02:56 WIB

Dua Anggota TNI Tewas di Yahukimo, Aparat Gabungan Lakukan Penyisiran

Rabu, 19 Mei 2021 | 02:20 WIB
Senjata Dibawa Lari

Teroris Papua Lakukan Penyerangan, Dua Anggota TNI Gugur

Selasa, 18 Mei 2021 | 16:24 WIB

Kapolda Papua Ultimatum KKB Untuk Serahkan Diri dan Senjatanya

Senin, 17 Mei 2021 | 17:27 WIB

Cegah Aksi Kelompok Teroris OPM, Kadistrik di Puncak Jaya Diminta Jaga Kamtibmas

Senin, 17 Mei 2021 | 09:22 WIB
TERKINI

Penyerangan Dua Anggota TNI di Yahukimo, TPNPB-OPM Bertanggungjawab

7 Jam yang lalu

Kontak Tembak Dengan KKB, Satu Anggota Satgas Nemangkawi Kena Tembak

8 Jam yang lalu
Meninggalnya Prajurit TNI

Polda Papua Kirim Dua Pejabat Utamanya ke Yahukimo

8 Jam yang lalu

Dua Anggota TNI Tewas di Yahukimo, Aparat Gabungan Lakukan Penyisiran

8 Jam yang lalu

Unipa Kekurangan Dosen Asli Papua, Ini Aspirasi Rektor dan Stafsus Bill Mambrasar

8 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com