MENU TUTUP

DPR Papua Ajak Masyarakat Hindari Berita Hoax Saat Pemilu 2019

Kamis, 11 April 2019 | 15:48 WIB / Andi Riri
DPR Papua Ajak Masyarakat Hindari Berita Hoax Saat Pemilu 2019 Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Nussy/Istimewa

JAYAPURA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menghindari berita hoax atau palsu saat proses pungut hitung pemilu 2019 yang akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia, 17 April 2019 mendatang.

"Jangan dengar informasi dari oknum yang tak bertanggung jawab. Ini penting sehingga kita bersama-sama menjaga stabilitas daerah demi suksesnya Pemilu untuk kepentingan nasional," seru Yonas Nussy, Anggota Komisi I DPR Papua di Jayapura, Kamis (10/4).

Selain mengajak masyarakat Papua hindari berita hoax, Yonas juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung TNI Polri dalam menindak tegas kelompok maupun oknum yang mengganggu jalannya pesta demokrasi 2019 di wilayah Papua. 

Menurutnya, TNI/Polri perlu didukung semua pihak agar dapat mengawal secara baik tahapan Pemilu di seluruh tingkatan, terutama saat pendistribusian surat suara, pencoblosan hingga rekapitulasi suara. 

"Dukungan ini agar Panglima XVII Cendrawasih maupun Kapolda Papua bisa bersama-sama menyikapi seluruh gejolak atau gerakan dari kelompok tertentu yang ingin mengacaukan )pemilu," tegasnya. 

Lanjutnya, masyarakat juga diminta menyiapkan diri untuk berpartisipasi secara menyeluruh dengan memberikan hak suaranya pada 17 April mendatang. 

"Keputusan kita pada 17 April menentukan nasib dan masa depan bangsa Indonesia lima tahun kedepan, secara khusus di Papua sehingga kita bisa bersama-sama mengawal pembangunan nasional di atas tanah Papua," ajaknya.

Seperti diketahui 17 April mendatang akan digelar pesta demokrasi lima tahunan di seluruh wilayah bumi cenderawasih. Dimana akan memilih calon Presiden, calon legislatif baik tingkat kabupaten dan Kota juga Provinsi serta calon perwakilan DPD. Berbeda dengan daerah lain, di Papua dari 29 kabupaten kota terdapat 12 kabupaten yang masih menggunakan sistem noken atau sistem ikat yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat di wilayah pegunungan Papua.


BACA JUGA

Ini Tiga Nama Calon Penjabat Gubernur Papua yang Diusulkan DPRP

Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:35 WIB

Sumbangan PAD Hanya 12 Persen, Komisi III DPRP Dorong Pengelolaan Aset

Kamis, 18 Maret 2021 | 17:02 WIB

Gugatan Banding Nason Uti Ditolak Pengadilan Tinggi TUN Jakarta

Senin, 18 Januari 2021 | 18:15 WIB

Fraksi Bangun Papua II Tarik Anggotanya dari Pansus Otsus dan Tolak RDP

Senin, 05 Oktober 2020 | 18:22 WIB

Temui Pansus Otsus DPRP, Mahasiswa dan Masyarakat Nduga Minta Ini

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 08:45 WIB
TERKINI
Peduli Kesehatan

Personel Ops Damai Cartenz 2025 Beri Pengobatan kepada Anak yang Terluka di Intan Jaya

10 Jam yang lalu

Seruan Aksi Tutup PT Freeport, Polisi: Tidak Ada Ijin

15 Jam yang lalu
Konflik Sesama Warga

Ops Damai Cartenz-2025 Ungkap Bentrokan Pilkada Ratusan Warga Kena Panah dan 12 Meninggal

1 Hari yang lalu

Bentrokan Pilkada di Mulia 12 Meninggal, Ops Damai Cartenz-2025 Ungkap KKB Terlibat

1 Hari yang lalu

Kasus Pengeroyokan di Hotel Bunga Youtefa Jayapura: 2 Pelaku Diamankan, 1 Buron

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com