MENU TUTUP

Rektor STIH Manokwari Pemateri Tunggal pada Seminar Regional Papua Barat Bedah Otsus

Sabtu, 26 Januari 2019 | 19:09 WIB / Albert
Rektor STIH Manokwari Pemateri Tunggal pada Seminar Regional Papua Barat Bedah Otsus Adat Papua wilayah III Doberay melaksanakan seminar regional Papua Barat dengan tema 'Bedah Otsus masyarakat adat Papua’/Albert

SORONG- Dewan Adat Papua wilayah III Doberay melaksanakan seminar regional Papua Barat dengan tema 'Bedah Otsus masyarakat adat Papua’ dan subtema ‘Menuju Otsus yang berpihak dan berkeadilan bagi masyarakat adat Papua', Sabtu (27/1/2019) di Aula Klasis Kota Sorong.

Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Filep Wamafma di undang sebagai pemateri dengan topik pembahasan yakni bedah Otsus menurut masyarakat adat Papua menuju Otsus yang berpihak dan berkeadilan bagi masyarakat adat Papua.

Pemerintah adat Papua dalam konsep otonomi khusus sesuai Pasal 18B UUD 1945 negara mengakui dan menghormati satuan pemerintah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa, juga negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum asat beserta hak sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip NKRI.

Termuatnya sejarah politik lahirnya Otsus Papua dan Papua Barat, dimana keputusan penyatuan NKRI pada kenyataannya berbagai kebijakan dalam penyelenggara pemerintahan dan pembangunan yang sentralistik belum sepenuhnya mendungkun kebijakan terwujudnya penegakan hukum dan belum sepenuhnya menampakan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) khusus masyarakar di Papua dan Papua Barat.

Menurut Filep Wamafma bahwa sejarah Otsus lahir karena kesenjangan pada hampir semua sektor kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kebudayaan dan sosial.

Termasuk pelanggaran HAM menyebabkan perbedaan pendapat mengenai sejarah penyatuan Papua kedalam NKRI adalah masalah yang perlu diselesaikan.

Seminar sehari itu dihadiri oleh aktivis Papua, kepala suku di Sorong Raya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda di Sorong Raya.

Dari seminar itu peserta menyuarakan tentang hak politik dan perdasus, sebab bagaimana pun masyarakat berharap adanya perubahan. Bahkan peserta menanyakan tentang berkahirnya UU Otsus.

Untuk menjawab keberhasilan otsus, maka Filep berharap adanya pertemuan lanjutan dengan memberikan masukan kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan, namun melalui seminar seperti ini tentu menjadi satu masukan dan dorongan sesuai aspirasi masyarakat untuk dipertimbangkan kepada pengambil kebijakan. *


BACA JUGA

Diduga Ada Premanisme di SMK Kehutanan Manokwari, Pelajar Diikat Lalu Dihajar

Sabtu, 15 Maret 2025 | 08:07 WIB

Kadisnakertrans Papua Barat Tersangka Korupsi Dana Tambahan Penghasilan Pegawai

Sabtu, 02 Maret 2024 | 07:58 WIB

Hujan Sambil Blusukan, Gubernur Waterpauw Temukan Mata Air Yang Tak Terawat dan Bangunan Mangkrak

Jumat, 23 Juni 2023 | 04:18 WIB
Gubernur Waterpauw: Ada Banyak Hal Yang Mau Kita Bangaun

Pemprov Papua Barat Gelar Musrenbang Otonomi Khusus 

Jumat, 28 April 2023 | 16:13 WIB

Gubernur Waterpauw Umumkan Pergantian OPD, Peserta Apel Pagi Tepuk Tangan

Jumat, 03 Maret 2023 | 14:59 WIB
TERKINI

Pemerintah Tidak Serius Menyelesaikan Konfik Bersenjata di Tanah Papua, Korban Akan Terus Berjatuhan

9 Jam yang lalu

Satgas Ops Damai Cartenz di Yahukimo Tetap Berpuasa di Tengah Tugas Operasi

12 Jam yang lalu

Freeport Indonesia: Selamat Bertugas Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong

22 Jam yang lalu

Pimpin Apel Perdana, Bupati Mimika Ancam OPD Jangan Malas Tau Perilah Pelayanan Kepada Masyarakat

23 Jam yang lalu
Jubir JDP Yan Cristian Warinussy

50 Tahun Konflik Bersenjata di Papua  Menempatkan Rakyat Sipil Jadi Korban

1 Hari yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com